Kalau Arema khawatir pemainnya tak bisa adaptasi dengan suhu udara yang sangat dingin di Jepang (di bawah 15 derajat celcius) dan Korea (sekitar 15-20 derajat), tiga tim tersebut sebaliknya. Mereka justru khawatir pemainnya bisa kepanasan ketika tampil di Stadion Kanjuruhan.
Dari hasil survei yang dilakukan perwakilan tim Jeonbuk Korea di Stadion Kanjuruhan kemarin disimpulkan juka suhu udara sangat panas, mencapai 28 derajat celcius. "Ya, kami cukup khawatir dengan kondisi cuaca di Indonesia. Kami takut jika saat pertandingan nanti suhunya sangat panas seperti sekarang. Ini panas sekali," ujar Assistant Section Chief Jeonbuk Hyundai Motors, Kim Uk Heon kemarin. "Semoga saja saat kick off pertandingan yang rencananya akan dimainkan sore cuacanya bisa agak teduh," sambung dia.
Selain masalah cuaca, Kim juga mengeluhkan jauhnya jarak tempuh Korea ke Indonesia. Dia takut pemainnya mengalami kelelahan akibat jauhnya jarak tempuh ini. "Kami harus melakukan perjalanan ke Hongkong setidaknya butuh 11 jam. Kemudian ke Indonesia total kami harus menempuh perjalanan 15 jam. Ini cukup melelahkan tentu saja," beber Kim. "Kami akan membawa 18 pemain untuk menantang Arema," sambung dia.
Sementara, selain cuaca, tidak ada yang dipermasalahkan oleh klub yang berhome base di Jeonju Worldcup Stadium tersebut. Dia menilai rumput di Stadion Kanjuruhan sudah cukup bagus. Saat meninjau kemarin, rumput stadion masih nampak cukup tinggi. Namun perwakilan Jeonbuk Motors tersebut mendapat penjelasan jika rumput belum dipangkas dan biasanya dilakukan perawatan dua hari sekali. "Saat Jeonbuk melakukan sesi uji lapangan kami pastikan rumput sudah dalam kondisi sangat baik," ujar media officer Arema, Sudarmaji.
Dalam kesempatan kemarin, Jeonbuk juga memeriksa toilet, ruang ganti, ruang press conference, mixed zone, dan beberapa ruangan di Stadion Kanjuruhan. "Kami juga perlu tahu tentang fasilitas ruang pers berikut ketersediaan Wifi (sambungan internet nirkabel). Nanti akan ada dua media dari Korea meliput pertandingan Jeonbuk melawan Arema," ujar Kim.
Selain memantau Stadion Kanjuruhan, Jeonbuk juga meninjau Stadion Gajayana yang rencananya akan digunakan untuk training field (lapangan latihan). Mereka sempat menanyakan kualitas rumput dan lampu stadion milik Pemkot Malang tersebut. Jeonbuk juga sempat menanyakan menu makanan dan ketersediaan ruangan meeting kepada manajemen Hotel Santika.
"Mereka mengatakan tidak ada masalah dengan kualitas rumput di Stadion Gajayana maupun Kanjuruhan. Mereka hanya menggunakan Stadion Gajayana sebagai tempat latihan. Terkait menu makanan dan ruangan di hotel mereka juga cukup puas," tandas Sudarmaji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar