Oktovianus Maniani dkk memang wajib memanfaatkan momen di kandang. Sebab, kemenangan itu akan meringankan langkah skuad muda Merah Putih itu saat melawat ke markas Turkmenistan, 9 Maret mendatang.
Kendati demikian, Indonesia harus mengantisipasi pergerakan lawan. Apalagi, hasil uji coba timnas U-23 kontra Hong Kong dan Pelita Jaya Karawang tak bisa dijadikan garansi akan mampu mengatasi Turkmenistan.
Asisten Pelatih Timnas U-23 Indonesia Wolfgang Pikal menyadari masih belum sempurnanya Oktovianus dkk. Namun, pihaknya tak memiliki pilihan selain mengamankan poin penuh di laga kandang. Pikal optimistis target itu akan terpenuhi, apalagi Indonesia akan tampil di depan publik sendiri.
’’Secara umum, tim ini siap menghadapi pertandingan besok (malam nanti) melawan Turkmenistan. Hanya ada satu pemain yang cedera, yaitu Johan Yoga Utama,” ujar Pikal, kemarin.
Namun, pelatih berpaspor Austria itu tak ingin Oktovianus dkk meremehkan kekuatan tim negara pecahan Uni Soviet tersebut. Sebab, komposisi pemain yang akan dihadapi Indonesia sebagian besar memiliki pengalaman bertanding di level internasional.
Selain itu, 10 dari 22 pemain yang dibawa ke Palembang merupakan komposisi Asian Games (AG) 2010 di China. Karena itu, Indonesia tak boleh mengecilkan kekuatan mereka.
’’Memang ada 10 pemain mereka memperkuat tim yang bermain di ajang AG tahun lalu. Bahkan, ada sekitar tiga pemain yang sudah mencicipi persaingan di timnas senior. Kondisi ini jelas menjadikan kepercayaan diri mereka sangat bagus,” tutur Pikal.
Pihaknya kini tinggal memaksimalkan persiapan yang sudah ditempuh sejauh ini. Bahkan, berbagai kelemahan yang ditemukan pada uji coba sudah dibenahi Pelatih Alfred Riedl dalam sesi latihan.
’’Memang benar kami sempat mengalami masalah di lini belakang. Tapi, hal itu sudah dibenahi dan pemain yang akan turun sebagai starter pun sudah disiapkan. Saya belum bisa menyampaikan di sini karena itu wewenang Riedl,” tandasnya.
Perbaikan itu diprediksi akan mampu menahan laju serangan Green Man, julukan Turkmenistan, tersebut. Turkmenistan memang memiliki penyerang dan playmaker yang mumpuni.
’’Kami sudah pantau pemain mereka. Meski semuanya sama bagus, ada tiga pemain yang layak mendapat pengawasan lebih seperti striker nomor 18 (Aleksandr Boliyan), gelandang nomor 10 (Amir Gurbani), dan winger nomor 7 (Amanov Arslanmyrat),” papar Pikal.
Sementara winger Indonesia Oktovianus tidak sabar turun menghadapi Turkmenistan. Keinginannya itu masih akan diputuskan oleh Riedl yang akan menentukannya.
’’Sebagai pemain, saya harus siap dan menerima diturunkan kapan saja, apakah sejak menit pertama atau sebagai pengganti. Tapi karena tampil di Palembang, yang merupakan home base SFC, saya berharap bisa bermain sejak awal. Semua saya serahkan kepada pelatih karena dia yang lebih tahu strategi untuk mengalahkan tim lawan,” ujar talenta asli Papua ini.
Dari kubu Turkmenistan, Manajer Timnas U-23 Begnepesov Saparnyyaz optimistis timnya bisa mengatasi Indonesia. Apalagi, kondisi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring sangat layak menggelar pertandingan internasional.
’’Tim kami memiliki keunggulan fisik dari Indonesia dan itu bagus. Tapi bola itu bundar sehingga strategi dan permainan di lapangan besok (malam hari) yang menentukan siapa pemenang pertandingan nanti,” pungkasnya.
Saparnyyaz hanya mengkhawatirkan satu hal saat menghadapi Indonesia, yakni peringkat FIFA.
’’Stadion dan lapangan bagus. Suporter Indonesia yang banyak juga kami tidak masalah. Hanya, peringkat FIFA Indonesia lebih baik dibanding kami. Hal itu bisa membuat pemain sedikit terganggu psikologisnya,” ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar