Yang pasti, tim Turkmenistan lebih lama terbentuk. Mereka sudah berlaga di Asia Games 2010 November lalu di Guangzhou, Tiongkok. Pencapaiannya pun lumayan. Yakni lolos ke babak 16 besar. Selain itu, materi pemain Turkmenistan secara postur lebih tinggi daripada penggawa timnas.
Meski begitu, plt manajer timnas U-23 Iman Arif menegaskan bahwa timnya akan tampil maksimal. Targetnya adalah menang. Hal itu sebagai modal untuk laga kedua di kandang Turkmenistan pada 9 Maret nanti.
"Selain disiapkan seoptimal mungkin oleh tim pelatih, kami juga berharap faktor nonteknis akan membantu. Yaitu faktor cuaca dak kelelahan pemain lawan," kata Iman.
Cuaca di Turkmenistan saat ini menyentuh 0 derajat celcius. Sedangkan di Palembang berkisar 30 derajat. Dengan perbedaan cuaca yang ekstrem, hal itu bisa menjadi masalah bagi para penggawa Turkmenistan. Selain itu, lama perjalanan selama 21 jam dari Turkmenistan menju Indonesia berpotensi membuat skuad tamu kelelahan.
"Kami berharap situasi itu akan membuat permainan Turkmenistan tidak maksimal dan tim kita bisa menang dengan skor besar," kata Iman.
Lawatan ke Turkmenistan memang tidak akan mudah. Salah satu masalah yang harus dihadapi Yongki Aribowo dkk adalah dinginnya cuaca. "Karena itu, kami harus bekerja ekstra keras untuk meraih kemenangan besar di kandang sendiri," ujarnya.
Sementara itu, menyiasati gelapnya profil lawan, pagi ini asisten pelatih Widodo Cahyono Putro akan berangkat lebih dulu ke Palembang. Misinya adalah mengamati sesi latihan tim Turkmenistan sore ini. Sedangkan skuad Merah Putih baru akan bertolak ke Palembang besok pagi.
"Kami sangat minim data tentang permainan Turkmenistan. Karena itu kami kirim lebih dulu Mas Widodo ke Palembang untuk mengamati bagaimana gaya permainan lawan," jelas Iman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar