Rabu, 23 Februari 2011

Jelang Piala Indonesia, PSBS Seleksi Pemain

Jelang Piala Indonesia, PSBS Seleksi Pemain Manajemen Persatuan Sepakbola Biak dan Sekitarnya kabupaten Biak Numfor, Papua melakukan seleksi untuk memilih 23 pemain inti memperkuat tim PSBS pada kejuaraan piala Indonesia 9 April 2011.

Ketua harian PSBS Biak Nehemia Wospakrik di Biak, Rabu, mengatakan, kegiatan seleksi pemain PSBS Biak untuk kejuaraan piala Indonesia 2011 dipimpin oleh Frengky Samay.

"Tim PSBS untuk piala Indonesia masih diperkuat eks pemain divisi satu, lewat kegiatan seleksi diharapkan menambah jumlah pemain baru guna memperkuat skuad "Kota Karang" di ajang sepak bola nasional, "ungkap Nehemia.

Ia mengakui, pada Piala Indonesia pihak manajemen PSBS Biak memberikan prioritas kepada eks pemain divisi satu yang membawa Biak sebagai juara nasional.

Keikutsertaan PSBS Biak dalam ajang piala Indonesia, menurut Nehemia, menjadi langkah awal mengevaluasi kesiapan tim bertarung di ajang sepak bola nasional menghadapi kompetisi divisi utama PSSI 2011.

Untuk peserta piala Indonesia selain PSBS Biak, lanjut Nehemia, akan diikuti juga oleh berbagai klub elit peserta Liga Indonesia Super, di antaranya Persipura Jayapura, Arema Malang, Sriwijaya FC, Persija Jakarta serta beberapa tim sepak bola dari divisi utama dan juara divisi satu dan runner up.

"Kerangka pemain inti PSBS untuk bertanding di piala Indonesia diserahkan sepenuhnya kepada pelatih kepala Frengky Samay, manajemen PSBS Biak siap memberikan dukungan penuh, "ujar Nehemia yang juga Ketua DPRD Biak.

Menyinggung pemakaian pemain asing di PSBS Biak, menurut Nehemia, sesuai aturan PSSI hal ini dibenarkan dengan kombinasi tiga pemain asing non Asia dan dua dari Asia.

Sampai sekarang manajemen PSBS masih mengandalkan pemain lokal menghadapi piala Indonesia yang bergulir mulai 9 April 2011, sementara untuk kompetisi divisi utama PSSI pemakaian pemain asing sedang dipertimbangkan pasca kejuaraan piala Indonesia mendatang, ujar Nehemia.

Menyinggung target piala Indonesia, menurut Nehemia, sesuai komitmen manajemen PSBS diharapkan mampu meraih prestasi terbaik di persepakbolaan nasional Indonesia.

Meski demikian sebagai klub baru peserta piala Indonesia 2011, lanjut Nehemia, tim PSBS Biak tidak memasang target muluk-muluk namun bisa bermain bagus saat menghadapi sejumlah klub elit Liga Super Indonesia maupun divisi utama Indonesia pada piala Indonesia 2011.

Semangat pemain untuk meraih prestasi tetap ada, sebagai klub pendatang baru di ajang piala Indonesia manajemen PSBS Biak diharapkan bisa tampil bagus saat bermain menghadapi klub mana pun, "harap Nehemia. 

Jason De Jong Resmi Perkuat Persiba

Jason De Jong Resmi Perkuat Persiba Tak butuh lama bagi seorang Jason de Jong untuk menarik hati manajemen tim Persiba Balikpapan. Meski baru memulai latihan bersama skuad Persiba, Senin (21/2)  sore, hasilnya Jason de Jong pun langsung resmi direkrut.

Melalui negosiasi yang dilakukan oleh agen de Jong, Onana Jules Dennis dari Mutiara Hitam Sport and Management bersama manajemen Persiba pada Senin (21/2) malam, akhirnya kedua belah pihak menemukan kata sepakat, dan De Jong pun resmi berkostum Persiba.

“Ya, negosiasi kami dengan Onana sudah menemukan kata sepakat. Artinya De Jong sudah deal dan putaran kedua ini akan memperkuat Persiba,” kata Irfan Taufik S.Ag, selaku Sekretaris umum Persiba.

“De Jong pemain yang bagus, saya pikir dia akan memberi konstribusi positif buat Persiba. Semoga saja bergabungnya de Jong pada putaran kedua ini Persiba akan lebih baik lagi,” tambah Onana Jules.

De Jong ketika memperkuat Timnas Filipina kerap mengenakan nomor punggung 17. Tapi di tim Persiba, pemain kelahiran Breda, Netherlands pada28 Februari1990 tersebut akan mengenakan nomor punggung 23.

Sebagai pemain asing  memang tidak begitu saja de Jong dapat langsung memperkuat tim anyarnya tersebut. Meski sudah lolos verifikasi sebagai peamin yang layak berlaga di Superliga, namun de Jong masih harus menyelesaikan urusan Internasional Transfer Certificate (ITC) guna mendapat Kartu Ijin Tinggal Sementara (Kitas) di Indonesia.

Menurut Zainal Fuad ketua bidang SDM Persiba, segala adminsitrasi De Jong pada dasarnya tidak ada masalah. “Semua administrasi kepindahannya ke Persiba sudah dibawa oleh Onana untuk sekaligus menyelesaikan ITC-nya. Karena proses pengurusan ITC sekarang sudah sistem online, kami berharap secepatnya rampung,” ungkap Fuad yang meyakini de Jong sudah bisa dimainkan saat Persiba menghadapi tuan rumah Persija, 13 Maret mendatang.

Lini tengah Persiba juga dipastikan bertambah solid dengan hadirnya Jefri Dwi Hadi yang akan bergabung hari ini. Dia pun akan mengisi kekurangan di lini tengah pasca dilepasnya Kim Yoong Hee dan Doni Siregar.

Hanya saja, pelatih Hariyadi masih merasa riskan dengan lini belakang timnya.  “Saya pikir lini belakang tim kami menjadi suatu hal yang mendesak untuk segera dibenahi,” kata Hariyadi.

Lini belakang Persiba memang kehilangan Makhrus Bachtiar yang telah dilepas. Beberapa nama pemain belakang yang memiliki nama besar di pentas sepakbola nasional pun kini menjadi buruan Persiba.

Jika pemain buruan tersebut bisa bergabung dalam waktu dekat ini, bakal memudahkan Hariyadi menjalankan programnya. “Karena pemain butuh adaptasi, tidak hanya adaptasi bersama rekan satu tim tapi juga harus bisa beradaptasi dengan program yang ada. Artinya untuk lini belakang, jika itu bisa lebih cepat tentunya akan lebih baik,” pungkas Hariyadi. 

Tiket Timnas Indonesia Terjual 50%

Tiket Timnas Indonesia Terjual 50% Meski mendapat ancaman boikot, Direktur Marketing PSSI Edi Prasetyo optimistis tiket laga timnas Indonesia melawan Turkmenistan pada laga pra-kualifikasi Olimpiade 2011 habis terjual.

Edi menegaskan pihak panitia lokal (LOC) mencetak 20.100 tiket untuk pertandingan besok, Rabu 23 Februari 2011, yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang.

Jumlah tiket tersebut terancam tidak akan habis menyusul rencana kelompok suporter Sriwijaya FC, Singa Mania memboikot laga. Ketua Singa Mania, Dedi Pranata, menegaskan pihaknya akan menggelar aksi damai di luar stadion saat pertandingan berlangsung sebagai bentuk protes terhadap Nurdin Halid.

Edi yang ditemui usai jumpa pers jelang pertandingan di Hotel Aryaduta, Palembang, Selasa 22 Februari 2011, menegaskan diri tetap optimistis tiket yang disediakan panitia akan laku terjual.

"Target penjualan kami adalah habis. Karena menurut saya hal-hal yang menyangkut tim Merah Putih selalu mendapat sambutan dari masyarakat," ujar Edi.

Edi kemudian menegaskan hingga kemarin siang, Selasa 22 Februari 2011, tiket sudah terjual 50 persen. "Penjualan tiket dilakukan Pengprov Sumatera Selatan. Dan data terakhir sudah 10 ribu tiket yang dipesan," ujar Edi.

Untuk harga, tiket laga timnas Garuda muda terbilang sangat terjangkau. Untuk kelas VVIP dijual Rp75 ribu, Tribun Barat Rp50 ribu, Tribun Timur Rp35 ribu, Utara dan Selatan Rp25 ribu.

Suporter Jatim Teken Delapan Janji

Suporter Jatim Teken Delapan Janji Aksi brutal antar suporter, tampaknya bakal segera terhenti. Ini jika delapan kesepakatan antar suporter benar-benar dipenuhi. Apalagi, dalam kesepakatan ini ikut teken juga Gubernur Jatim, Kapolda Jatim dan Pangdam Brawijaya.

Diantara delapan kesepakatan itu adalah menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keamanan selama pertandingan sepak bola dan mengkoordinasi sesama suporter.

‘’Kesepakatan ini dibuat, agar suporter dapat damai dalam setiap pertandingan sepak bola di Jatim. Sehingga tercipta keamanan yang kondusif dan aman di Jatim,’’ tandas Irjen Pol Badrodin Haiti, Kapolda Jatim usai pendatanganan kesepakatan damai antar suporter se Jatim di Mapolda Jatim, Selasa siang.

Dikatakan dia, untuk saat ini pihaknya ingin membangun suporter sepak bola sportif dan bermartabat. Para suporter diminta komitmennya ikut menjaga Jatim tetap aman dan kondusif. ‘’Mereka kita minta ikut memelihara kamtibmas dan harus terus rukun,’’ harapnya.

Selain itu, lanjut dia, suporter di Jatim agar selalu menjaga sportivitas, tidak meresakan masyarakat, tidak melanggar hukum, serta tidak menganggap lawan tim yang didukung sebagai musuh.

‘’Ingat bangsa Indonesia bangsa yang pluralis. Karena itu suporter di Jatim jangan sampai terpecah. Kita semua saudara,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Soekarwo Gubernur Jatim mengatakan, Jatim memiliki banyak tim yang berlaga di kompetisi di Indonesia, baik Indonesia Super League maupun Liga Primer Indonesia. Tim itu juga memiliki prestasi yang sangat luar biasa, hingga suporter yang fanatik.

’’Suasana perkumpulan ini sangat bagus karena apabila suporter dapat damai dalam setiap pertandingan, membuat keamanan Jatim jadi aman dan nyaman,’’ tuturnya

Selain itu, Soekarwo juga mengaku siap untuk tidak mengeluarkan anggaran APBD bagi sepak bola. Sebaliknya, pemerintah mendukung sepak bola menjadi industri yang mencari dana sendiri tanpa bantuan APBD.

‘’Kalau APBD mau dibatalkan, bisa dibatalkan. Asal suporter bisa membuat situasi aman, pergi aman, pulang aman. Kalau sepak bola jadi industri, ini akan jadi pesta luar biasa,’’ ucapnya.

Disebutkan dia, korlap suporter diminta untuk berdiskusi dan merumuskan apa yang selama ini menjadi masalah sekaligus solusi. Sehingga, para suporter bisa selamat di setiap pertandingan dan tidak meresahkan masyarakat.

‘’Sepak bola memang membutuhkan suporter fanatik. Jaminan keamanan pun harus diberikan para suporter untuk stabilitas keberlangsungan persebakbolaan di Jatim. Saya setuju apabila sepak bola jadi industri asal para suporternya dapat damai dalam setiap pertandingannya,’’ tegasnya.

Sementara itu dari pertemuan antar suporter yang juga dihadiri perwakilan suporter berbagai daerah di Jatim ini, diantaranya Aremania, Deltamania, LA Mania, Bonekmania, Persikmania dan Boromania, juga mengungkapkan beberapa hal.

Nur Hasyim, perwakilan Bonek Surabaya dalam pertemuan ini, secara tegas dan jujur menyatakan permintaan maafnya, atas ulah yang ditimbulkan Bonekmania.

Disadari atau tidak, Bonek terkadang memang telah berulah yang sifatnya merugikan masyarakat atau juga para pendukung sepakbola klub lainnya.

‘’Karena itu, kami juga berharap, agar rekan-rekan wartawan media massa ikut membantu kami untuk tidak menurunkan berita-berita, yang sifatnya bisa memprovokasi Bonek,’’ tuturnya serius.

Pernyataan kritik dan saran lain, kemudian disampaikan masing-masing perwakilan yang hadir. Dari ungkapan mereka banyak terdengar saran yang bersifat membangun dan mempersatukan antar suporter di Jatim. Bahkan, dari mereka pula terungkap sebenarnya antar suporter itu tidak pernah ada perselisihan.

‘’Tidak benar kalau antar suporter di Jatim itu saling gesekan. Kami antar pentolan atau pengurus suporter sering kumpul-kumpul. Tetapi, mereka yang ada di tingkat bawah yang masih sering berulah. Ini terjadi, mungkin juga karena kemampuan kami memang sangat terbatas,’’ tutur Saiful Mubaroq (Deltamania), M Hanif (Persikmania) dan Heru (Aremania) secara bergantian.

PSSI Tandingan Siap Dibentuk di Jatim

PSSI Tandingan Siap Dibentuk di Jatim Wakil Ketua Umum KONI Jawa Timur, La Nyalla Machmud Mattalitti, membuktikan ancamannya untuk melawan PSSI pimpinan Ketua Umum Nurdin Halid. KONI Jatim akan merealisasikan pembentukan organisasi PSSI tandingan pada Rabu (23/2/2011).

"Deklarasi PSSI tandingan akan dilakukan di kantor PSSI Jatim di Surabaya pada Rabu. Ini salah satu bentuk perlawanan dan kekecewaan kami terhadap Nurdin Halid yang tidak mau mundur dari PSSI," kata La Nyalla kepada wartawan di Surabaya, Selasa (22/2/2011).

Ia mengatakan, pembentukan PSSI tandingan yang dipelopori Jatim tersebut diharapkan menjadi awal dari gerakan perubahan dan revolusi di tubuh PSSI agar menjadi lebih baik dari sekarang. "Jatim ini salah satu barometer sepak bola nasional dan kami siap menjadi pelopor gerakan revolusi PSSI," kata Nyalla.

Sebelumnya, Nyalla telah menyatakan kekecewaannya terhadap hasil verifikasi Komite Pemilihan bentukan PSSI yang meloloskan Nurdin Halid sebagai salah satu bakal calon ketua umum pada Kongres PSSI di Bali, 26 Maret 2011. Adapun nama George Toisutta dan Arifin Panigoro, yang diusulkan sejumlah pengurus provinsi PSSI, justru tidak lolos verifikasi dengan alasan yang dianggap mengada-ada.

"Nurdin Halid sangat tidak layak untuk dicalonkan, apalagi dia mantan narapidana, yang menurut aturan seharusnya dilarang memimpin organisasi olahraga," tegas Nyalla.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Jatim itu menegaskan, organisasi PSSI tandingan akan terus dijalankan, selama George Toisutta maupun Arifin Panigoro ditolak masuk dalam bursa calon ketua umum PSSI dan Nurdin Halid tidak digugurkan dari pencalonan.

Sementara itu, puluhan suporter dan massa yang tergabung dalam Masyarakat Pencinta Bola (MPB) Jatim kembali melanjutkan aksi demo di depan kantor PSSI Jatim di Surabaya untuk menolak Nurdin Halid. Selain menuntut Nurdin Halid mundur, para pendemo juga menyegel kantor PSSI Jatim sebagai bentuk kekesalan dan kekecewaan terhadap PSSI.

Toisutta Bisa Gelar Kongreslub

Toisutta Bisa Gelar Kongreslub Pengamat sepak bola Edi Elison berpendapat, George Toisutta dapat menggelar Kongres Luar Biasa (Kongreslub) PSSI jika usahanya melakukan banding terhadap hasil verifikasi Komite Pemilihan Anggota Eksekutif PSSI Periode PSSI 2011-2015 dijegal. Sebab, menurutnya, Toisutta sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan Kongreslub.

Edi mengungkapkan, Toisutta mendapatkan 61 suara dukungan. Jumlah dukungan tersebut, kata Edi, telah melebihi persyaratan menggelar Kongreslub yang terdapat dalam Statuta FIFA Pasal 22 ayat 4. Pasal tersebut menyatakan, Komite Eksekutif harus menyelenggarakan Kongreslub apabila seperlima dari anggota mengajukan permohonan secara tertulis.

"Keinginan ini harus tertulis di dalam agenda. Kongres harus digelar tiga bulan sejak diterima permohonan. Kongreslub dapat digelar karena PSSI selama ini telah memelintir anggaran dasarnya tanpa melalui Kongres. Jadi bila Toisutta dijegal di Komite Banding berarti bisa dilaksanakan Kongreslub," jelas Edi saat dihubungi wartawan, Selasa (22/2/2011).

Terkait hasil verifikasi, Edi yang pernah menjabat sebagai pengurus PSSI mengatakan, organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu terlalu mendewakan statuta FIFA sehingga mengesampingkan peraturan-peraturan lain seperti yang dibeberkan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng beberapa waktu lalu.

"PSSI selama ini seperti kerbau yang ditusuk hidungnya oleh FIFA. Padahal, Menpora mengatakan, selama masih ada I di dalam PSSI, mereka juga harus menghargai undang-undang di negara ini," tegas Edi.

Selain Toisutta, Arifin panigoro juga gugur dalam proses verfikasi. Melalui kuasa hukum Harjon Sinaga dan Rofiq Sungkar, keduanya telah memasukkan berkas banding kepada PSSI pada Selasa kemarin. Selain menyampaikan keberatannya terhadap hasil verifikasi, Harjon meminta Komite Banding mendiskualifikasi Nurdin Halid yang lolos sebagai kandidat Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

"Kami meminta Nurdin sebagai terpidana kasus korupsi didiskualifikasi sebagai calon Ketua Umum PSSI. Sebab, berdasarkan aturan Statuta FIFA dan Statuta PSSI, jelas bahwa orang yang dinyatakan pidana tidak bisa menjadi anggota Komite Eksekutif," papar Harijon kepada wartawan Selasa sore.

Pablo Frances Tolak Dipinjamkan

Pablo Frances Tolak Dipinjamkan Striker asal Argentina, Pablo Alejandro Frances menolak dipinjamkan ke klub lain oleh manajemen Persib Bandung. Penyerang yang baru menyumbangkan tiga gol untuk Persib pada putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 ini, bersikeras untuk menyelesaikan masa kontraknya hingga akhir musim.

"Di sini (Persib, red), saya masih punya kontrak. Jadi, Persib tidak bisa pindahkan saya ke klub lain begitu saja. Saya sudah sampaikan keinginan saya ini kepada coach (pelatih, red)," kata Pablo usai sesi latihan sore di Stadion Siliwangi Bandung, Selasa (22/2).

Komentar Pablo itu untuk menanggapi rencana Persib meminjamkannya ke klub lain karena performanya tidak sesuai dengan harapan. Bersama Gilang Angga Kusumah, Pablo sempat dikabarkan bakal dipinjamkan ke Persikabo Kab. Bogor.

Pablo mengakui, sepanjang putaran pertama, penampilannya belum memuaskan. "Tapi, kalau saya dianggap masih ada kekurangan, saya janji untuk memperbaikinya di putaran kedua nanti. Soal jumlah gol, saya punya target mencetak 15 gol sampai akhir musim nanti," katanya.

Penolakan Pablo untuk dipinjamkan ke klub lain dibenarkan oleh Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. "Saya sudah berbicara dengan Pablo. Dia memang menolak dipindahkan ke klub lain. Jadi, sampai sekarang kita belum mengambil keputusan apa-apa. Saya akan segera berbicara dengan agennya tentang bagaimana baiknya," kata Umuh.

Umuh juga membenarkan kalau rencana dipinjamkannya Pablo ini tidak terlepas dari performa pemain bersangkutan yang tidak sesuai dengan harapan. "Selama putaran pertama, Pablo hanya mencetak 3 gol. Padahal harapan kita dia bisa menyumbangkan 7 sampai 8 gol," tambahnya.

Untuk membicarakan masa depannya di Persib, agen Pablo, Eko Subekti juga sudah hadir di Bandung dan sempat menyaksikan proses seleksi yang dilakukan pelatih Daniel Roekito. Meski berharap Pablo tetap berada di Persib, Eko menyerahkan keputusan akhir kepada manajemen tim.

"Kalau memang dianggap tidak punya kontribusi, buat apa? Selain itu, Pablo juga memiliki tipe permainan yang sama dengan Gonzales. Dia striker yang harus "dikasih makan". Tapi, untuk kepastiannya, saya baru akan bicara dengan manajemen Persib," kata Eko.

Berbeda dengan Pablo, masa depan Gilang Angga Kusumah dan Nova Arianto di Persib sudah jelas. Meski sempat akan dipinjamkan, Umuh memastikan, Gilang akan tetap berkostum Persib hingga akhir musim nanti. Sedangkan Nova, Umuh mengatakan, putra pelatih Sartono Anwar ini sudah tidak lagi menjadi anggota skuad Persib. "Untuk Gilang tidak ada masalah. Dia tetap di Persib. Sedangkan Nova sudah resmi tidak lagi memperkuat Persib," kata Umuh.