Dia mengatakan pengevaluasian jajaran manajemen lebih menyasar pada penertiban para anggotanya. Karena diakuinya juga, beberapa personel di tubuh manajemen Persis dinilai tidak mampu mengelola tim dengan baik.
Bahkan tidak sedikit pula sejumlah personel di tim Kota Bengawan ini yang masuk dalam struktur manajemen tim sekotanya, Solo FC, yang berlaga di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). “Manajemen Persis dan Solo FC bahkan Persis Yunior itu nanti akan diperjelas juga. Jadi tidak tumpang tindih,” imbuhnya.
Di tubuh Persis sendiri contohnya nama asisten manajer Totok Supriyanto juga menjabat sebagai manajer tim Solo FC. Tidak hanya itu saja, Sekum Persis Ruhban Ruzziyatno bahkan juga tercatat sebagai Komisaris Solo FC. Sementara di Persis Yr ada nama asisten manajer Sapto Joko Purwadi yang juga mengisi jabatan sebagai sekretaris manajer di Persis.
“Jadi mereka harus memilih untuk berkonsentrasi pada satu tim saja, apa itu Persis, Persis Yr, atau Solo FC,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surakarta ini.
Selain itu, lanjut Rudy, evaluasi juga menyangkut kinerja personel manajemen yang jarang mendampingi tim ketika bertanding. Untuk hal ini bisa dicontohkan pada manajer tim, Haryanto “Gareng”. Sebagai seorang manajer, Gareng yang juga pengusaha tersebut dapat dihitung kehadirannya mendampingi Persis kala bertanding, bahkan saat bermain di Stadion Manahan, Solo.
Terkait dengan posisi pelatih yang akan menangani Persis di putaran kedua Divisi Utama, pria dengan kumis tebal ini juga mengaku akan tetap mempertahankan Sukisno sebagai caretaker. “Kalau kami punya putra daerah yang dianggap mampu kenapa tidak menggunakannya,” tandas dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar